Minggu, 05 Desember 2010

mp3 plester, tempel mana aja,

Pesatnya teknologi yang berkembang saat ini menambah ide dan rasa kreatif untuk menciptakan sesuatu yang ramah lingkungan serta pemakaiannya pun mudah dengan memanfaatkan lingkungan sekitar manusia
Chih-Wei Wang dan Shou-His Fu, desainer asal China mendesain MP3 player secara khusus.
Diberi nama Skinny Player, pemutar musik ini tidak perlu disematkan di baju, ikat pinggang, atau dikantungi. Cukup ditempelkan ke kulit penggunanya, layaknya plester pembalut luka.
Sungguh unik desain yang diciptakan mirip dengan cara kerja pembalut luka yang memiliki perekat dimasing-masing sisi. Konsep audio player digital ini menawarkan satu ruang untuk album lagu secara portabel
Kedua desainer itu mengklaim, MP3 player yang mereka desain tidak akan kehilangan daya rekatnya meski telah dipasang-copot sebanyak ratusan kali dari kulit.
Seperti diberitakan Discovery, selain dapat ditempel di kulit, MP3 player ini juga tidak membutuhkan baterai. Untuk bekerja, Skinny Player hanya membutuhkan panas dari tubuh manusia.
Dari informasi yang beredar, Skinny Player hanya memiliki tombol on/off dan speaker fleksibel yang bisa dilekuk sesuai dengan permukaan tubuh yang ditempeli MP3 player tersebut.
Belum diketahui bagaimana pengguna dapat mengatur volume musik yang dihasilkan, akan tetapi diperkirakan kapasitas memori yang digunakan tidaklah besar. Didesain hanya untuk menyimpan satu album musik saja.
Informasi teknis yang tersedia seputar MP3 player ini dan bagaimana panas tubuh bisa dimanfaatkan untuk memasok daya juga belum tersedia. Akan tetapi, ukurannya yang kecil, fleksibel dan dapat direkatkan di kulit membuat Skinny Player disebut-sebut cocok digunakan oleh mereka yang gemar senam atau lari pagi sambil ditemani alunan musik.
Wei Wang dan His Fu juga belum mengungkapkan kapan pemutar musik yang mereka desain akan tersedia di pasaran. Akan tetapi, pengamat menilai, maraknya informasi yang beredar seputar perangkat ini, diperkirakan Skinny Player akan hadir dalam waktu deka

Sabtu, 04 Desember 2010

pabrik qur'an terbesar dan tercanggih di dunia. ada di madinah




Sekolah model terbaik, ada di kampung

Dari 11.300 SMA di indonesia, sekitar 132 sekolah ditetapkan sebagai sekolah model (sekolah percontohan).oleh direktorat PSMA
salah satunya adalah pesantren yang berada di kampung cikiwul, cibadak, kabupaten sukabumi yang bernama SMA Pesantren Unggul AlBayan.
sekolah ini terpilih sebagai sekolah model sejak tahun 2010 dan menjadi peringkat pertama diantara sekolah model lainya dalam kategori KTSP(Kurikulm Tingkat Satuan Pendidikan ) terbaik. 
Keunggulan lokal yang menjadi ciri khas Albayan adalah pembelajaran dengan berbasis pada keagamaan. Diterapkannya program Dirosah Islamiyah sebagai muatan lokal, mempertegas Albayan sebagai sekolah bercirikan pesantren.

Jumat, 03 Desember 2010

21 fakta JEPANG


1. Di Jepang, angka “4″ dan “9″ tidak disukai, sehingga sering tidak ada nomer kamar “4″ dan “9″. “4″ dibaca “shi” yang sama bunyinya dengan yang berarti “mati”, sedang “9″ dibaca “ku”, yang sama bunyinya dengan yang berarti “kurushii / sengsara. 

2. Orang Jepang menyukai angka “8″. Harga-harga barang kebanyakan berakhiran “8″. Susu misalnya 198 yen. Tapi karena aturan sekarang ini mengharuskan harga barang yang dicantumkan sudah harus memasukkan pajak, jadi mungkin kebiasaan ini akan hilang. (Pasar = Yaoya = tulisan kanjinya berbunyi happyaku-ya atau toko 800).

3. Kalau musim panas, drama di TV seringkali menampilkan hal-hal yang seram (hantu).

4. Cara baca tulisan Jepang ada dua style : yang sama dengan buku berhuruf Roman alphabet huruf dibaca dari atas ke bawah, dan yang kedua adalah dari kolom paling kanan ke arah kiri. Sehingga bagian depan dan belakang buku berlawanan dengan buku Roman alphabet (halaman muka berada di “bagian belakang”).

5. Tanda tangan di Jepang hampir tidak pernah berlaku untuk keperluan formal, melainkan harus memakai hanko/inkan/ cap. Jenis hanko di Jepang ada beberapa, a.l. jitsu-in, ginko-in, dan mitome-in. Jadi satu orang kadang memiliki beberapa jenis inkan, untuk berbagai keperluan. Jitsu-in adalah inkan yang dipakai untuk keperluan yang sangat penting, seperti beli rumah, beli mobil, untuk jadi guarantor, dsb. jenis ini diregisterkan ke shiyakusho. Ginko-in adalah jenis inkan yang dipakai untuk khusus membuat account di bank. inkan ini diregisterkan ke bank. Mitome-in dipakai untuk keperluan sehari-hari, dan tidak diregisterkan.

6. Kalau kita membubuhkan tanda tangan, kadang akan ditanya orang Jepang: ini bacanya bagaimana ? Kalau di Jepang saat diperlukan tanda tangan (misalnya di paspor, dsb.) umumnya menuliskan nama mereka dalam huruf Kanji, sehingga bisa terbaca dengan jelas. Sedangkan kita biasanya membuat singkatan atau coretan sedemikian hingga tidak bisa ditiru/dibaca oleh orang lain.

7. Acara TV di Jepang didominasi oleh masak memasak.

8. Fotocopy di Jepang self-service, sedangkan di Indonesia di-service.

9. Jika naik taxi di Jepang, pintu dibuka dan ditutup oleh supir. Penumpang dilarang membuka dan menutupnya sendiri.

10. Pernah nggak melihat cara orang Jepang menghitung “satu”, “dua”, “tiga”.... dengan jari tangannya ? Kalau agan-agan perhatiin, ada perbedaan dengan kebiasaan orang Indonesia. Orang Indonesia umumnya mulai dari tangan dikepal dan saat menghitung “satu”, jari kelingking ditegakkan. Menghitung “dua”, jari manis ditegakkan, dst. Kalau orang Jepang, setahu saya, kebalikannya. Mereka selalu mulai dari telapak tangan terbuka, dan cara menghitungnya kebalikan orang Indonesia. Saat bilang “satu”, maka jarinya akan ditekuk/ditutupkan ke telapak tangan. Kalo nggak percaya, coba deh… jikken dengan teman Jepang anda.

11. Sepeda tidak boleh dipakai boncengan, kecuali yang memboncengkannya berusia lebih dari 16 tahun dan anak yang diboncengkan berusia kurang dari satu tahun dan hanya seorang saja yang diboncengkan. Bila dilanggar, dendanya maksimal 20 ribu yen.

12. Kalo naik eskalator di Tokyo, kita harus berdiri di sebelah kiri, karena sebelah kanan adalah untuk orang yang terburu-buru. Jangan sekali-kali berdiri di kanan kalo kita ga langsung naik.

13. Pacaran di Jepang sungguh hemat, traktir2an bukan budaya pacaran Jepang. Jadi selama belum jadi suami-istri, siapin duit buat bayar sendiri-sendiri.

14. Nganter jemput pacar juga bukan budaya orang Jepang. Kalo mau ketemuan, ya ketemuan di stasiun.

15. Jangan pernah sekali-kali bilang ke orang jepang : “Gue maen ke rumah lu ya”. Karena itu dianggap ga sopan. Ke rumahnya cuma kalo udah diijinin.

16. “Aishiteru” yang berarti aku cinta kamu, jarang dipake sama orang pacaran, kecuali kalo mereka bener-bener udah mau nikah. Biasanya mereka make “Daisuke desu” buat ngungkapin kalo mereka sayang sama pacarnya.

17. Sebelum bepergian, biasanya orang Jepang selalu ngecek ramalan cuaca. Dan 90% ramalan cuaca itu akurat. Itu sebabnya kalo ada orang bawa payung, pasti kita bakal liat orang yang lainnya lagi bawa payung juga. Dan perempatan Shibuya adalah tempat yang paling menarik ketika hujan, karena dari atas kita akan melihat lautan payung yang berwarna-warni.

18. Bunga sakura adalah bunga yang spesial di Jepang, karena bunganya hanya tumbuh 2 minggu selama setahun. Ketika tumbuh, bunganya memenuhi seluruh pohon, tanpa daun. Setelah 2 minggu, ga ada satupun bunga sakura, yang ada hanyalah daun-daun hijau, tanpa bunga, dan jadi ga menarik lagi.

19. Di Indonesia, kita bakal dapet duit kalo kita ngejual barang bekas kita ke toko jual-beli. Tapi di Jepang, kita malah harus bayar kalo mau naro barang kita di toko jual-beli. Itulah sebabnya kenapa orang Jepang lebih milih ninggalin TV bekas mereka gitu aja kalo mo pindah apartemen.

20. Di perempatan jalan Kyoto, perempatan jalan yang kecil, ga ada mobil sama sekali, tapi ada lampu merah, pejalan kaki selalu berhenti ketika lampu tanda pejalan kaki menunjukkan warna merah. Mereka santai aja, baca koran, ngobrol, ngerokok, dan kemudian jalan lagi ketika lampu sudah hijau. Padahal ga ada mobil yang lewat satupun. Mungkin kalo mereka ngelanggar peraturan juga ga akan celaka.

21. Mereka ga percaya Tuhan (mayoritas atheis), tapi mereka bisa disiplin dan taat sama peraturan. Mungkin karena itu negara mereka maju.

Senin, 25 Oktober 2010

10 gedung tertinggi di dunia versi isat

10. Shun Hing Square
Spoiler for lihat:

Location: Shenzhen, China
Architect: K.Y. Cheung Design Assc.
Year: 1996
Height: 384 meters / 1,260 feet


9.CITIC Plaza, Guangzhou
Spoiler for lihat:

Location: Guangzhou, China
Architect: DLN Architects
Year: 1997
Height: 391 meters / 1,283 feet


8. Two International Finance Centre (IFC)
Spoiler for lihat:

Location: Hong Kong
Architect: Cesar Pelli
Year: 2003
Height: 414 meters / 1,362 feet


7. The Jin Mao Building
Spoiler for lihat:

Location: Shanghai, China
Architect: Skidmore Owings & Merrill (SOM)
Year: 1999
Height: 421 meters / 1,381 feet


6. Sears Tower (Willis Tower)
Spoiler for lihat:

Historically Named: Sears Tower
Current Name: Willis Tower
Location: Chicago, Illinois, USA
Architect: Bruce Graham, Skidmore, Owings and Merrill (SOM)
Year: 1973
Height: 442 meters / 1,450 feet


5. Petronas Tower
Spoiler for lihat:

Location: Kuala Lumpur, Malaysia
Architect: Cesar Pelli
Year: 1998
Petronas Tower 1 Height: 452 meters / 1,483 feet
Petronas Tower 1 Stories: 88
Petronas Tower 2 Height: 452 meters / 1,483 feet


4. International Commerce Centre
Spoiler for lihat:

International Commerce Centre (ICC)
Also Known As: Union Square Phase 7
Location: West Kowloon, Hong Kong
Architect: Wong & Ouyang (HK) Ltd.
Design Architect: Kohn Pedersen Fox Association
Construction Started: 2002
Expected Completion: 2010
Height: 484 meters / 1,587.9 feet


3. The Shanghai World Financial Centre
Spoiler for lihat:

Location: Pudong District, Shanghai, China
Project Architect and Engineer: Minoru Mori, Mori Building Co., Ltd.
Design Architect: Kohn Pedersen Fox Associates P.C. (KPF)
Year: 2008
Structure: Steel-framed and steel reinforced concrete
Height: 492 meters / 1,600 feet


2. Taipei 101 Tower
Spoiler for lihat:

Location: Taipei, Taiwan
Architect: C.Y. Lee & Partner
Year: 2004
Height: 509 meters / 1,670 feet


1. BURJ DUBAI
Spoiler for lihat:

Location: Dubai, United Arab Emirates
Developer: Emaar Properties
Architect: Skidmore, Owings, & Merrill
Year: December 2009 (projected)
Height: 818 meters / 2,684 feet (includes spire)